Situs Web Kawasan Puspiptek

Cari berita
SAINS TEKNOLOGI

Hambat Pemanasan Global dengan Gas Buangan Kanguru

Melirik Bahan Bakar Nabati untuk Motor

Energi Surya Bisa Dikembangkan Secara Ekonomis

Teknologi Nano Gandakan Kekuatan Beton

Pembangkit Listrik Mikrohidro Solusi Daerah Pedesaan


Melihat Berita Sains Teknologi Sebelumnya

Memberikan komentar, saran atau kritik
situs web terkait
Konter Pengunjung ke:

Sejak 1/1/2008

Selasa, 23 Juni 2009

TANTANGAN PENGELOLAAN LIMBAH RADIOAKTIF DI INDONESIA SAAT INI DAN AKAN DATANG

Semakin meningkatnya pemanfaatan teknologi nuklir pada industry, rumah sakit serta laboratorium penelitian akan menimbulkan peningkatan limbah yang dapat mencemarkan lingkungan, apabila tidak dikelola dengan tepat. Penguasaan teknologi pengelolaan limbah diharapkan dapat menjawab masalah diatas. Selain itu diperlukan inovasi-inovasi yang kreatif guna menjawab tantangan ke depan, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Tantangan pengelolaan limbah radioaktif yang dihadapi Indonesia, seperti pengelolaan limbah sumber radiasi tertutup yang digunakan dunia industry adalah bahwa Indonesia tidak mempunyai perjanjian re-eksport dengan pihak pembuat sehingga setelah selesai dimanfaatkan harus dikelola oleh BATAN sendiri. Oleh karena itu diperlukan adanya kesadaran kolektif antara pemerintah, masyarakat, industry, litbang dan akademisi akan pentingnya penguasaan teknologi yang handal tetntang pengelolaan limbah untuk menghindari/mengurangi resiko terhadap lingkungan. Seminar dan workshop ini diharapkan mampu memberikan kontribusi pada penguasaan teknologi yang handal tentang pengelolaan limbah terutama di industry, rumah sakit, dan laboratorium. Seminar ini diharapkan pula menjadi ajang diskusi ilmiah, saling tukar inormasi/pengalaman dan meningkatkan kemitraan di antara peneliti/praktisi, penimbul dan pengelola limbah. Pada hari selasa tanggal 23 Juni 2009, pukul 08.30 Seminar dibuka oleh Bapak Ir. Adi Wardoyo sebagai Deputi Pengembangan Teknologi dan Energi Nuklir, Seminar berlangsung atas kerjasama antara Pusat Teknologi Limbah Radioaktif – Badan Tenaga Nuklir Nasional dan PUSPIPTEK. Seminar Teknologi Pengelolaan Limbah VII, diselenggarakan dengan tema”Pengelolaan Limbah yang Handal Untuk Menghindari Beban Generasi Yang Akan Datang” bertempat di Gedung Graha Widya Bhakti PUSPIPTEK Serpong. Sedangkan workshop “Peningkatan Pengelolaan Limbah Radioaktif di lokasi Penimbul” akan dilaksanakan pada Rabu tanggal 24 Juni 2009 di gedung 50 PTLR-BATAn kawasan PUSPIPTEK Serpong. Peserta undangan yang hadir 150 peserta, membahas 39 makalah dari kalangan industry, pengelola limbah, lembaga pemerintah, akademisi, perguruan tinggi, rumah sakit, lembaga swadaya masyarakat, pemerhati serta pelaku litbang di bidang limbah dampak lingkungan . Topik utama seminar yaitu Pengelolaan Limbah Radioaktif dan Industri sesi pertama dengan menampilkan para pembicara antara lain Ir. Muhammad Nadjib, M.Sc anggota komisi VII DPR tema : Aspek Sosial Politik pada Pengembangan Energi Nuklir , DR. AS Hikam anggota Komisi Ahli Tenaga Nuklir tema: aspek Sosial Budaya dalam memecahkan masalah lingkungan untuk mendukung program energy nuklir, Effendi Gazali, Ph.D,MPS staf Pengajar Pascasarjana Komunikasi UI tema: Strategi komunikasi public dalam sosialisasi program energy nuklir, Ir. Dana A. Kartakusuma, M.Sc Staf ahli bidang teknologi dan pembangunan berkelanjutan tema: Kebijakan Pemerintah dalam hal dampak lingkungan untuk mendukung program energy nuklir. Pembicara Sesi kedua Bapak Ir. R Jeni Ruslan tema: Optimalisasi fasilitas insenerator untuk pengolahan limbah, Sri Irianti, SKM, M.Phil dari litbang Departemen kesehatan tema: Current management of hazardous waste in the Indonesian healthcare industry, Dr. Anto Tri Sugiarto, M.Eng dari Pusat Penelitian Kalibrasi Instrumentasi dan Metrologi – LIPI, Dr. As Natio Lasman Kepala Bapeten tema: Kebijakan Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklir, Ir. Syarif hidayat Manajer Teknis PT. Prasadha Pamunah Limbah industry(PPLI) tema: Perkembangan Teknologi Pengelolaan Limbah B3 merupakan materi terakhir dan dilanjutkan dengan penutupan.